Tampilkan postingan dengan label Technology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Technology. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Januari 2011

PENGARUH KEMAJUAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP PERKEMBANGAN AKUNTANSI

I. PENDAHULUAN
Teknologi informasi (TI) turut berkembang sejalan dengan perkembangan
peradaban manusia. Perkembangan teknologi informasi meliputi perkembangan
infrastruktur TI, seperti hardware, software, teknologi penyimpanan data (storage),
dan teknologi komunikasi (Laudon, 2006: 174). Perkembangan TI tidak hanya
mempengaruhi dunia bisnis, tetapi juga bidang-bidang lain, seperti kesehatan,
pendidikan, pemerintahan, dan lain-lain.
Kemajuan TI juga berpengaruh signifikan pada perkembangan akuntansi.
Perkembangan akuntansi akibat kemajuan teknologi terjadi dalam tiga babak, yaitu
era bercocok tanam, era industri, dan era informasi. Peranan TI terhadap

perkembangan akuntansi pada tiap-tiap babak berbeda-beda. Semakin maju TI
semakin banyak pengaruhnya pada bidang akuntansi.
Perkembangan teknologi informasi, terutama pada era informasi berdampak
signifikan terhadap sistem informasi akuntansi (SIA) dalam suatu perusahaan.
Dampak yang dirasakan secara nyata adalah pemrosesan data yang mengalami
perubahan dari sistem manual ke sistem komputer. Di samping itu, pengendalian
intern dalam SIA serta peningkatan jumlah dan kualitas informasi dalam pelaporan
keuangan juga akan terpengaruh.
Perkembangan akuntansi yang menyangkut SIA berbasis komputer dalam
menghasilkan laporan keuangan akan mempengaruhi praktik pengauditan. Perubahan
proses akuntansi akan mempengaruhi proses audit karena audit merupakan suatu
bidang praktik yang menggunakan laporan keuangan (produk akuntansi) sebagai
objeknya. Kemajuan TI juga mempengaruhi perkembangan proses audit. Kemajuan
software audit memfasilitasi pendekatan audit berbasis komputer.
Akuntan merupakan profesi yang aktivitasnya banyak berhubungan dengan
TI. Perkembangan SIA dan proses audit sebagai akibat dari adanya kemajuan TI dan
perkembangan akuntansi akan memunculkan peluang bagi akuntan. Peluang ini
dapat dimanfaatkan oleh akuntan yang mempunyai pengetahuan memadai tentang
SIA dan audit berbasis komputer. Sebaliknya, akuntan yang tidak mempunyai
pengetahuan yang cukup tentang SIA dan audit berbasis komputer akan tergusur
posisinya karena tidak mampu memberikan jasa yang diperlukan oleh klien.
Tulisan ini membahas mengenai pengaruh kemajuan teknologi informasi pada
perkembangan akuntansi dan membahas lebih lanjut perkembangan SIA dan

auditing, Selain itu, tulisan ini juga membahas peluang bagi akuntan akibat adanya
perkembangan SIA dan auditing karena kemajuan teknologi informasi.
II. KAJIAN PUSTAKA
1 Teknologi Informasi
TI merupakan salah satu alat manajer untuk mengatasi perubahan (Laudon
dan Laudon, 2006: 14). Definisi TI secara lengkap dinyatakan oleh Martin et al.
(2002: 1), yaitu teknologi komputer yang digunakan untuk memproses dan
menyimpan informasi serta teknologi komunikasi yang digunakan untuk
mengirimkan informasi. Definisi TI sangatlah luas dan mencakup semua bentuk
teknologi yang digunakan dalam menangkap, manipulasi, mengkomunikasikan,
menyajikan, dan menggunakan data yang akan diubah menjadi informasi (Martin
et al., 2002: 125).
Lingkungan teknologi memungkinkan perusahaan untuk memajukan
kinerjanya. TI dan kinerja memiliki hubungan simbiosis. Perkembangan TI yang
terjadi selama ini mencakup perkembangan infrastruktur TI, yakni hardware,
software, data, dan komunikasi (McNurlin dan Sprague, 2002: 11). Menurut
Laudon dan Laudon (2006: 14—15), infrastruktur TI terdiri atas komponen
hardware, software, teknologi penyimpanan data (storage), serta teknologi
komunikasi. Beberapa penulis mengklasifikasikan teknologi storage ke dalam
komponen hardware sehingga komponen TI terdiri atas hardware, software, dan
komunikasi (McLeod dan Schell, 2004: 101—123; Mescon et al., 2002: 213—
219).

2 Akuntansi, SIA, dan Auditing
Akuntansi adalah seperangkat pengetahuan yang mempelajari perekayasaan
penyediaan jasa berupa informasi keuangan kuantitatif unit-unit organisasi dalam
suatu lingkungan negara tertentu dan cara penyampaian (pelaporan) informasi
tersebut kepada pihak yang berkepentingan untuk dijadikan dasar dalam
pengambilan keputusan ekonomik (Suwardjono, 2005).
Menurut Bodnar dan Hopwood (2004: 1), sistem informasi akuntansi adalah
kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan, yang dirancang untuk
mengubah data keuangan dan data lainnya menjadi informasi yang dikomunikasikan
kepada berbagai pihak pengambil keputusan. Menurut Wilkinson (2000: 27), sistem
informasi akuntansi dalam melaksanakan aktivitas memerlukan elemen yang spesifik
yang bervariasi tergantung pada tingkat otomatisasi sistem informasi akuntansi
tersebut. Menurut Hall (2001: 10), elemen model umum sistem informasi akuntansi
meliputi pengguna akhir, sumber data, pengumpulan data, pemrosesan data,
manajemen database, penghasil informasi, dan umpan balik.
Auditing adalah sebuah proses sistematis yang dilakukan oleh seseorang
yang memiliki kompetensi dan bersikap independen mengenai perolehan dan
penilaian atas bukti secara objektif. Kegiatan ini dilakukan dengan
pengumpulan dan penilaian atas bukti-bukti informasi yang dapat
dikuantifikasikan dan terkait pada suatu entitas ekonomi tertentu berkenaan
dengan pernyataan mengenai tindakan-tindakan dan kejadian-kejadian ekonomi.
Tujuan kegiatan auditing ini adalah menentukan tingkat kesesuaian antara
pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan serta untuk
mengkomunikasikan hasil-hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Pelaksanaan audit yang dilakukan pada perusahaan yang belum
menggunakan sistem komputer sebagai alat bantu utama pengolahan data disebut
dengan istilah auditing konvensional. Sebaliknya, untuk perusahaan yang unsur
utama pengolahan datanya telah menggunakan komputer disebut dengan audit PDE
atau EDP audit.
III. PEMBAHASAN
1 Teknologi Informasi dan Perkembangan Akuntasi
Perkembangan teknologi informasi yang pesat mengakibatkan perubahan
yang sangat signifikan terhadap akuntansi. Perkembangan akuntansi berdasar
kemajuan teknologi terjadi dalam tiga babak, yaitu era bercocok tanam, era industri,
dan era informasi. Hal ini dinyatakan oleh Alvin Toffler dalam bukunya yang
berjudul The Third Wave (Robert, 1992).
Tonggak sejarah akuntansi dimulai sejak tahun 1494, yaitu ketika Luca
Pacioli memperkenalkan sistem doble entry book keeping. Akan tetapi, praktik
akuntansi sebenarnya sudah ada sejak zaman sebelum itu. Alvin Toffler dalam
bukunya The Third Wave menyatakan bahwa pada tahun 8000 SM yang dinyatakan
sebagai masa bercocok tanam orang sudah mengenal teknologi, informasi, dan
akuntansi.
Pada masa bercocok tanam paradigma terhadap penciptaan kemakmuran
dilakukan dengan mengeksploitasi alam. Orang belum mengenal teknik untuk
mengubah bahan baku menjadi produk. Teknologi pada masa itu masih bersifat fisik
sehingga teknologi informasi masih tertulis dan dikembangkan untuk membuat
catatan akuntansi. Pada masa itu teknologi akuntansi masih sangat sederhana. Karena

lingkungan masih sangat statis dan dapat diprediksi dengan mudah, maka sistem
single entry book keeping sudah dianggap cukup. Dengan sistem ini orang hanya
memerlukan informasi mengenai berapa aset dan utangnya pada suatu saat tertentu.
Orang belum berpikir mengenai berapa perubahan kekayaannya dan apa penyebab
perubahan tersebut.
Tahun 1650 sampai dengan 1955 dinyatakan oleh Alvin Toffler sebagai era
industri. Era ini dimulai dengan terjadinya revolusi industri, yaitu sejak
ditemukannya mesin-mesin industri. Tenaga kerja manusia di dalam pabrik mulai
diganti dengan mesin. Kantong-kantong industri mulai bermunculan dan pertukaran
dengan uang semakin berkembang.
Pada masa ini teknologi akuntansi dengan single entry book keeping sudah
tidak memadai dalam penyediaan informasi akuntansi. Orang mulai memerlukan
informasi mengenai berapa pendapatan yang diperolehnya selama suatu periode
tertentu dan berapa perubahan kekayaan yang dimiliki. Pada era ini sistem doble
entry book keeping mulai diperkenalkan oleh Luca Pacioli meskipun bukan dia
penemu sistem ini. Karena kebutuhan manusia akan informasi semakin kompleks,
maka sistem doble entry book keeping mengalami perkembangan. Mulai dari teknik
pembukuan sampai dengan metode akuntansi yang kompleks seperti akuntansi untuk
inflasi, dana pensiun, leasing, dan lain-lain (Belkaoui, 2000). Pada masa ini sistem
informasi akuntansi di dalam upaya untuk menyediakan informasi, baik kepada pihak
ekstern maupun intern masih dilakukan secara manual hanya dengan bantuan mesin
hitung ataupun kalkultor.
Era informasi dimulai dengan ditemukannya komputer pada tahun 1955. Pada
era ini teknologi informasi sudah menggunakan komputer dan pemrosesan informasi

menjadi lebih cepat, pemrosesan dan penyimpanan informasi menjadi lebih murah,
dan tidak banyak memakan tempat dan waktu.
Salah satu bidang akuntansi yang banyak dipengaruhi oleh perkembangan TI
adalah SIA. Pada dasarnya siklus akuntansi pada SIA berbasis komputer sama
dengan SIA berbasis manual, artinya aktivitas yang harus dilakukan untuk
menghasilkan suatu laporan keuangan tidak bertambah ataupun tidak ada yang
dihapus. SIA berbasis komputer hanya mengubah karakter dari suatu aktivitas.
Model akuntasi berbasis biaya historis tidak cukup untuk memberikan
informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan pada era teknologi informasi (Elliot dan
Jacobson, Gani, 1999). Model akuntansi pada era teknologi informasi menghendaki
bahwa model akuntansi dapat mengukur tingkat perubahan sumber daya, mengukur
tingkat perubahan proses, mengukur aktiva tetap tak berwujud, memfokuskan ke luar
pada nilai pelanggan, mengukur proses pada realtime, dan memungkinkan network.
Perubahan proses akuntansi akan mempengaruhi proses audit karena audit
merupakan suatu bidang praktik yang menggunakan laporan keuangan (produk
akuntansi) sebagai objeknya. Praktik auditing bertujuan untuk memberikan opini
terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan yang dihasilkan oleh SIA. Dengan
adanya kemajuan yang telah dicapai dalam bidang akuntansi yang menyangkut SIA
berbasis komputer dalam menghasilkan laporan keuangan, maka praktik auditing
akan terkena imbasnya. Perkembangan TI juga mempengaruhi perkembangan proses
audit.
Menurut Arens, terdapat tiga pendekatan auditing pada EDP audit, yaitu audit
sekitar komputer (auditing around the computer), audit melalui komputer (auditing
through the computer), dan audit berbantuan komputer (auditing with computer).

Auditing around the computer adalah audit terhadap penyelenggaraan sistem
informasi komputer tanpa menggunakan kemampuan peralatan itu sendiri,
pemrosesan dalam komputer dianggap benar, apa yang ada dalam komputer
dianggap sebagai “black box” sehingga audit hanya dilakukan di sekitar box tersebut.
Pendekatan ini memfokuskan pada input dan output. Jika dalam pemeriksaan output
menyatakan hasil yang benar dari seperangkat input pada sistem pemrosesan, maka
operasi pemrosesan transaksi dianggap benar.
Ketika organisasi memperluas penggunaan TI mereka pengendalian internal
sering ditanamkan di dalam aplikasi yang hanya terlihat dalam format elektronik.
Ketika dokumen sumber yang tradisional, seperti faktur, pesanan pembelian, arsip
penagihan, dan arsip akuntansi, seperti jurnal penjualan, daftar persediaan, dan lainlain
hanya dalam format elektronik auditor harus mengubah pendekatan audit.
Pendekatan ini sering disebut dengan auditing through the computer. Ada tiga
kategori pengujian dari pengujian strategi ketika mengaudit melalui komputer, yaitu
pendekatan data ujian, simulasi pararel, dan pendekatan modul audit tertanam.
Pada auditing with computer untuk membantu pelaksanaan keseluruhan
program pengauditan digunakan mikro komputer. Auditing with computer
dimaksudkan untuk melakukan otomatisasi terhadap proses pengauditan. Mikro
komputer akan mentransformasi beberapa fungsi audit. Auditing with computer
menggunakan software untuk melaksanakan pengujian terhadap pengendalian intern
organisasi klien (termasuk compliance test) dan pengujian substantif terhadap catatan
dan file klien.
Berdasarkan uraian di atas, terlihat bahwa auditing with computer mengarah
pada penerapan expert system di dunia pengauditan. Expert system adalah program

komputer yang berciri intensif-pengetahuan yang menangkap keahlian manusia
dalam wilayah pengetahuan yang terbatas. Pada expert system pengetahuan manusia
dimodelkan atau direpresentasikan dalam satu cara yang bisa diproses oleh
komputer. Kondisi-kondisi dalam penyusunan laporan keuangan dieksekusi dalam
konstruksi IF-THEN. Jika kondisi adalah benar (true), maka suatu tindakan
dilakukan.
Standar profesional akuntan publik menyatakan bahwa pekerjaan audit harus
dilakukan oleh seorang auditor atau lebih, yang memiliki keahlian dan pelatihan
teknis yang cukup sebagai seorang auditor. Namun, untuk keperluan EDP audit,
maka auditor yang bersangkutan selain memiliki keahlian audit dan akuntansi juga
harus memiliki keahlian komputer. Lebih-lebih jika auditor akan melakukan audit
yang through dan within the computer.
3.2 Peluang bagi Akuntan
Secara teoretis seorang auditor tidak boleh mendelegasikan tanggung jawab
dalam merumuskan simpulan dan pernyataan opininya kepada pihak lain. Dalam
praktiknya di tengah perkembangan teknologi komputer yang sangat cepat,
maka sulit bagi seorang auditor selain menekuni profesi utamanya di bidang
audit dan akuntansi juga sigap untuk mengikuti perkembangan teknologi dan
ilmu komputer.
Kemajuan TI sempat menimbulkan rasa pesimis pada profesi akuntansi
dan calon profesi akuntansi, terutama yang tidak siap menghadapi tantangan
baru sebagai akibat kemajuan teknologi informasi. Namun, pada akhirnya
terjadi hubungan yang harmonis antara profesi akuntansi dengan teknologi

informasi. Kemajuan teknologi informasi mamberikan peluang baru bagi
profesi akuntan. Peluang baru yang mungkin diraih di antaranya adalah
sebagai berikut.
1. Konsultan Sistem Informasi Berbasis Komputer
Kantor akuntan publik (KAP) yang mempunyai klien yang sudah
merupakan digital firm dituntut mempunyai pengetahuan tentang hardware,
sofware, dan teknologi komunikasi. Akuntan yang terlibat dengan laporan
keuangan seperti itu harus memahami bagaimana transaksi tersebut diproses dan
diamankan melalui elektronik web based system, baik dalam kaitannya dengan
penyusunan maupun audit laporan keuangan untuk memahami struktur
pengendalian intern. Akuntan perlu pengetahuan tambahan untuk memperluas
kompetensi yang dimiliki.
Jasa konsultan sistem informasi berbasis komputer memiliki dua
komponen utama, yaitu komponen teknologi yang meliputi hardware, sofware,
teknologi komunikasi dan komponen jasa advise bisnis yang berkaitan dengan
analisis pengaruh kompetitif sistem informasi dan pengembangan strategi bisnis
yang efektif. Walaupun akuntan pada umumnya kurang memiliki kemampuan
teknologi komputer, tetapi akuntan mempunyai kualifikasi lebih pada komponen
jasa konsultasi bisnis.
Akuntan yang telah memiliki pengetahuan dasar tentang sistem informasi
berbasis komputer akan mampu memberikan jasa konsultasi pada berbagai area
yang meliputi perkembangan ekspektasi bisnis yang realistis, pemilihan ahli
komputer yang kompeten atau ISP, dan pencegahan pemborosan biaya teknologi
yang kompleks.
2. Computer Information System Auditor (CISA)
Karena sedemikian kompleksnya pemrosesan berbasis komputer, maka
auditor khusus seperti Computer Information System Auditor (CISA) menjadi
suatu kebutuhan yang mendesak. CISA harus memiliki kemampuan khusus,
seperti pemahaman mengenai hardware, software, database, teknologi
pengkomunikasian data, serta pengendalian yang berorientasi pada komputer
(Computer Oriented Controll) dan teknik pengauditan
3. Segel Web trust
Web trust adalah sebuah program yang memberikan jaminan menyeluruh
terhadap bisnis melalui internet dengan membangun kepercayaan dan keandalan
dari sebuah website. Sistem ini pertama kali diperkenalkan oleh American
Institute of Certified Public Accountans (AICPA) yang bekerja sama dengan
Canadian Institute of Chartered Accountants (CICA). Web trust berusaha
membangun kepercayaan publik atas transaksi lewat internet.
Dilihat dari makin majunya perkembangan teknologi informasi,
khususnya yang berbasis internet maka masa depan web trust boleh dikatakan
cerah. Apalagi semakin tingginya tuntutan masyarakat pengguna internet yang
sangat menginginkan keamanan dan keandalan dalam bertransaksi. Walaupun
saat ini sudah banyak program yang menyediakan segel jaminan, tetapi web trust
mempunyai keunggulan yang bersifat internasional dan didukung oleh organisasi
profesi di beberapa negara. Di samping itu, juga dapat mengadopsi peraturan dan
ketentuan suatu negara untuk diterapkan dalam standar tertentu.
Akuntan publik yang dapat melakukan jasa web trust adalah akuntan
publik yang telah mendapat izin dari pihak yang berwenang. Akuntan yang

mendapat perikatan tersebut akan melakukan penilaian atas prinsip dan kriteria
web trust yang ditetapkan dalam web site tersebut. Jika seluruh proses telah
dijalani sesuai dengan prinsip dan kriteria web trust, maka perusahaan tersebut
dapat menampilkan segel web trust dalam tampilan web site-nya. Segel tersebut
merupakan simbol bahwa telah dilakukan penilaian terhadap suatu web site oleh
akuntan publik dengan pendapat wajar tanpa pengecualian (unqualified) atas
penerapan standar, prinsip, dan kriteria yang sesuai dengan prinsip dan kriteria
web trust. Ketika akuntan publik selesai melakukan penilaian dan memberikan
pendapatnya mereka harus mengerti akan tanggung jawab yang menyertainya
jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Tanggung jawab auditor dalam mengaudit web trust secara umum sama
dengan audit atas laporan keuangan, perbedaannya terletak pada cakupannya.
Walaupun bentuknya berbeda tetapi konsep-konsep yang digunakan dalam audit
web trust sama dengan audit laporan keuangan.
IV. SIMPULAN
Kemajuan teknologi mempengaruhi perkembangan akuntansi. Peranan TI
terhadap perkembangan akuntansi pada setiap babak berbeda-beda. Semakin maju
TI, semakin banyak pengaruhnya pada bidang akuntansi.
Kemajuan TI mempengaruhi perkembangan SIA dalam hal pemrosesan data,
pengendalian intern, dan peningkatan jumlah dan kualitas informasi dalam pelaporan
keuangan. Dengan adanya kemajuan yang telah dicapai dalam bidang akuntansi yang
menyangkut SIA berbasis komputer dalam menghasilkan laporan keuangan, maka
praktik pengauditan akan terkena imbasnya. Perkembangan TI juga mempengaruhi

perkembangan proses audit. Kemajuan audit software memfasilitasi pendekatan audit
berbasis komputer.
Kemajuan teknologi informasi memberikan peluang baru bagi profesi
akuntan. Peluang baru yang mungkin diraih di antaranya adalah konsultan sistem
informasi berbasis komputer, CISA, dan web trust audit.
DAFTAR PUSTAKA
Arens, Alvin A., Randall J.Elder, dan Marks S. Beasleay. 2005. Auditing and
Assurance Services. New Jersey: Pearson Prentice Hall.
Belkaoui, Ahmed Riahi. 2000. Accounting Theory. 4th edition. Thomson Learning.
Bodnar, George H., dan Hopwood Willian S. 2004. Accounting Information System.
9th edition. New Jersey: Prentice-Hall, Inc.
Elliot, Robert K dan PD Jacobson. 1991. “U.S Accounting: A National Emergency”.
Journal of Accountancy. Nopember 1991.
Elliot, K Robert. 1992. “Commentary: The Third Wave Breaks on the Shores of
Accounting”. Accounting Horison. June. pp 61—85.
Gani Venus. 1999. “Perluasan Peranan SIA pada Pelaporan Keuangan di Era
Teknologi Informasi”. Media Akuntansi. No.34/Th.VI/April 1999.
Hall, James A. 2001. Accounting Information Systems. 3th edition. Cincinnati: Shout-
Western College Publishing.
Laudon, K.C., Jane P. Laudon. 2004. Management Information Systems. 8th edition.
New Jersey : Prentice- Hall, Inc.
_______________ . 2006. Management Information Systems. 9th edition. New Jersey
: Prentice- Hall, Inc.
Martin, E.W. , CW Brown, D.W. DeHayes, J.A. Hoffer, dan W.C Perkins. 2002.
Managing Information Technology. New Jersey : Prentice- Hall, Inc.
McLeod, Raymond, George Schell. 2004. Management Information Systems. 9th
edition. New Jersey : Prentice- Hall, Inc.
McNurlin, B.C. dan R.H. Sprague. 2002. Information Systems Management in
Practice. 5th edition. New Jersey : Prentice- Hall, Inc.
Mescon, M.H., C.L. Bovee, dan J.V. Thill. 2002. Business Today. 10th edition. USA:
Bovee & Thill LLC.
Suwardjono. 2005. Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan.
Yogyakarta: BPFE
Wilkinson, Joseph W. 2000. Accounting Information Systems. 4th edition. New York:
John Wiley & Son.

Dampak Internet

Di era globalisasi sekarang ini, kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya internet. internet merupakan sarana untuk mendapatkan berbagai macam informasi yang dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Internet pada awalnya muncul pada tahun 1969 di AS, yaitu teknologi yang diawali oleh proyek yang dilakukan oleh departemen AS. Proyek yang disebut ARPA ini bertugas untuk melakukan penelitian yang bermanfaat bagi kelancaran dan kemajuan tugas-tugas militer AS, karena berbasis komputer maka dinamakan dengan ARPANET.

Internet adalah sistem informasi global berbasis komputer. jadi, bergaul dengan internet sama juga bergaul dengan komputer. internet tidak akan ada tanpa komputer. Ibarat kapal tanpa nahkoda, kan tidak bisa jalan juga! Begitu juga dengan internet, tanpa adanya komputer kita tidak bisa mengakses internet. Untuk mengakses internet kita hanya membutuhkan seperangkat komputer, modem, dan saluran telepon. Bahkan saat ini tidak perlu mempergunakan jaringan telepon, cukup dengan menggunakan wireless internet. jadi, sangat gampang bukan untuk mengakses internet?

Adapun fasilitas dalam internet yaitu : E-mail (surat elektronik), Bulletin Board System(BBS), File transfer Protocol(FTP), Information Browsing(gopher), Remote Login(Telnet), Advanced Browsing(www), Automated Title search(archie, veronica), Automated content search, dan komunikasi audio dan visual.

Keberadaan internet memberi dampak positif bagi seluruh masyrakat pengguna internet termasuk remaja. Disana mereka bisa dengan cepat mendapatkan informasi, bisa mencarinya dengan menggunakan google atau dengan cara yang lain. Tetapi kebanyakan remaja menggunakan internet untuk mencari teman, chatting, kirim e-mail dan mencari tugas-tugas kuliah atau tugas sekolah. Dikalangan remaja masa kini yang lagi marak-maraknya adalah friendster. Mereka mencari teman melalui frienster dan bisa juga kirim-kirim foto atau lain sebagainya.

Internet bukan hanya untuk mencari informasi saja, akan tetapi dapat digunakan sebagai tempat penjualan barang dan jasa. Penjualan melalui internet ini disebut E-Commerce (electronic commerce). Muncunya istilah ini seiring dengan semakin berkembangnya disiplin ilmu komputer dan internet. E-com ini dapat diartikan sebagai pertukaran barang, jasa, dan atau informasi melalui medium elektronik dengan imbalan uang yang pembayarannya dilakukan dengan menggunakan credit card (kartu kredit). Rentang bisnis melalui internet ini mulai dari pemesanan bunga untuk orang tercinta, jual buku, langganan majalah, sampai pembayaran ribuan rupiah untuk pembelian chip processor yang akan digunakan untuk komputer.

Langkah pertama yang harus dilakukan oleh para pengusaha adalah membuat "homepage" yang akan berfungsi sebagai toko di internet. Melalui homepage ini ia dapat menyebarluaskan informasi mengenai perusahaan, pruduk, dan pelayanan yang di tawarkan. Manfaat dari E-com itu sendiri adalah bisa menurunkan pengeluaran tetap, karena perusahaan bisa menghemat jumlah pegawai, dengan demikian juga pengeluaran untuk gaji dan infrastruktur fisik. Dan sebaliknya, untuk konsumen E-com menawarkan kenyamanan lebih besar dan pilihan lebih banyak untuk barang dan jasa yang akan dibeli dengaan harga lebih baik.

Selain dampak positif, internet juga bisa memberi dampak negatif bagi kalangan masyarakat khususnya remaja. Misalnya para remaja membuka situs-situs porno di internet. Itu merupakan salah satu perilaku menyimpang yang dilakukan remaja. Disana mereka bisa melihat gambar-gambar porno, adegan-adegan yang bisa menggoyahkan iman manusia, dan itu semua dapat merusak moral para remaja yang merupaka generasi penerus bangsa.
Selain itu, dampak buruk dari internet itu adalah timbul berbagai macam kejahatan. Diantaranya adalah pencurian uang di Bank melalui internet, dan biasanya orang yang ahli di bidang itu disebut Hacker. Perbuatan kriminal tersebut sulit untuk di deteksi karena mereka menggunakan taktik sendiri dan kode-kode tertentu dalam pelaksanaan misi mereka. Dan itu semua tidak dapat diketahui pihak lain. Pembobolan Bank ini dapt merugikan negara karena jumlah yang diraut bukan hanya jutaan rupiah, melainkan trillyun rupiah. Contoh kejahatan lain adalah penipuan undian berhadiah. Dan masih banyak lagi tindak kriminal yang dilakukan melalui internet.

MANFAAT KOMPUTER DIBIDANG PENDIDIKAN

Komputer adalah perangkat teknologi untuk mempermudah manusia mengakses informasi dari berbagai disiplin ilmu diseluruh penjuru dunia. Manfaat komputer dibidang pendidikan sangat terasa bagi pendidik untuk menyajikan pengajaran yang menyenangkan bagi siswa-siswinya.
Begitu pula manfaat komputer dibidang pendidikan bagi siswa yang ingin memahami materi lebih dalam dari sebuah bidang studi. Berbagai software (program) yang berkaitan dengan pelajaran telah diluncurkan baik berupa permainan, simulasi atau latihan soal yang bisa diakses melalui komputer.
Buku Elektronik Sekolah
Salah satu manfaat komputer di bidang pendidikan adalah kemudahan untuk mengakses buku pelajaran secara gratis melalui komputer. Dengan kehadiran buku elektronik sekolah, siswa dapat belajar lebih dari satu buku dengan biaya terjangkau bahkan gratis.
Kehadiran buku elektronik sekolah memang menguntungkan bagi siswa yang memiliki komputer di rumahnya. Namun, bagi sekolah yang siswanya terdiri dari kalangan menengah ke bawah pun, sudah sepatutnya menyediakan sarana komputer ini. Dengan demikian, siswa akan terbiasa belajar mandiri jika diberi keleluasaan untuk mengakses ilmu pengetahuan melalui komputer di sekolahnya.
Anda dapat mengunduh materi buku elektronik sekolah melalui internet tanpa perlu membayar. Ada pula pihak yang sengaja mengumpulkan buku elektronik sekolah dari tingkat SD sampai dengan SMA, dalam bentuk keping DVD disertai software pendukungnya seperti Acrobat Reader. Kumpulan dalam 2 keping DVD tersebut dihargai 30 – 50 ribu rupiah.
Microsoft Encarta
Program pendukung pelajaran yang menambah nilai manfaat komputer di bidang pendidikan adalah Microsoft Encarta. Anda tinggal menginstall program tersebut ke dalam komputer dan Anda dapat mengakses informasi dan ilmu pengetahuan seperti memiliki internet. Didalamnya terdapat artikel, games, video dan simulasi mengenai mata pelajaran matematika, sains, sejarah, geografi, seni dan lain sebagainya. Ada pula kamus terjemahan berbagai bahasa nasional di dunia seperti bahasa Inggris, Perancis, dan lain sebagainya. Sayangnya, bahasa pengantar yang digunakan dalam Microsoft Encarta adalah bahasa Inggris. Meskipun demikian, kosa kata yang digunakan adalah kosa kata sederhana dan umum sehingga mudah dipahami.
Presentasi dengan Microsoft Power Point
Untuk siswa SMA, Microsoft Power Point adalah program komputer yang mudah digunakan untuk presentasi. Tidak perlu repot-repot menggambar organ tubuh atau peta di atas karton, cukup dengan mengunduh gambar dari internet atau memindai dari buku pelajaran, siswa dapat menerapkannya dalam Microsoft Power Point. Kelebihan dari program komputer ini, presentasi dapat disajikan secara animasi ditambah efek suara sehingga belajar menjadi tidak membosankan.
Software Pendidikan dan Permainan
Jika Anda berkunjung ke toko buku, banyak pelajaran interaktif yang ditawarkan dalam bentuk VCD atau DVD. Didalamnya terdapat penjelasan tentang materi tertentu seperti bagaimana cara biji berkecambah dan tumbuh menjadi tanaman baru. Ada pula soal tanya jawab interaktif yang dapat membantu buah hati Anda memahami pelajaran.
Manfaat komputer di bidang pendidikan semakin terasa dengan hadirnya DVD pengetahuan seperti karya Harun Yahya, National Geographic dan BBC News. Semuanya dapat Anda peroleh di toko buku.
Tak bisa dipungkiri, dunia pendidikan sekarang sangat membutuhkan komputer, baik komputer desktop maupun jinjing (laptop). Bila dicermati, ada beberapa manfaat komputer di bidang pendidikan sebagai berikut :
Komputer sebagai Sarana Utama untuk Mengetik
Sebagai pelajar, mahasiswa, guru, dosen, dan sebagainya yang berkecimpung di dunia pendidikan pasti membutuhkan komputer (desktop/laptop) guna mengetik naskah. Baik itu naskah seperti makalah, karya tulis ilmiah, skripsi, dan sebagainya juga untuk mencatat setiap materi yang diberikan pengajar. Saya rasa kita perlu gebrakan baru di bidang belajar-mengajar, yakni pelajar/mahasiswa tidak lagi menulis materi di buku catatan, tapi mengetik langsung di komputer (laptop). Bagaimana dengan yang tidak punya laptop? Itu dia masalahnya. Maka tunda dulu sampai pemerintah mau memberikan laptop secara gratis kepada semua pelajar/mahasiswa. Ingat, ini baru manfaat komputer di bidang pendidikan yang pertama.
Komputer sebagai Teman Baru Dosen atau Guru
Dalam menjelaskan materi, manfaat komputer di bidang pendidikan kembali berperan. Kali ini sebagai temannya dosen/guru. Nah, di beberapa perguruan tinggi dan sekolah menengah atas (SMA), dosen dan guru mengajarkan mahasiswa dan muridnya dengan memanfaatkan komputer. Dibantu infocus (proyektor), maka pengajar cukup menjelaskan materinya lewat layar tancap atau slide yang dipantulkan ke dinding ruang belajar, misalnya. Begitu pula sebaliknya, pelajar dan mahasiswa mempresentasikan/ membahas makalahnya dengan menggunakan bantuan proyektor. Sistem belajar-mengajar seperti ini disebut dengan sistem Informations and Communications Technology (ICT). Dengan cara ini, selain bisa dikatakan sebagai salah satu manfaat komputer di bidang pendidikan, juga sebagai sarana meningkatkan pengetahuan teknologi informasi dan komunikasi bagi pelajar dan mahasiswa bahkan pengajar itu sendiri. Dan kedengarannya, ini manfaat komputer di bidang pendidikan yang harus selalu diterapkan.

Komputer sebagai Penunjang Belajar-Mengajar di Internet
Ada sebagian pengajar yang memanfaatkan komputer di bidang pendidikan untuk belajar jarak jauh dengan anak asuhnya. Misal, ketika dosen tiga kali beruntun tidak masuk untuk mengajar, maka ia menggantikannya dengan belajar di luar kampus dengan perantaraan internet. Belajar seperti ini disebut Internet Classroom Assistant (ICA). Caranya, dosen memberikan instruksi kepada mahasiswanya cara menggunakan ICA ini. Ketika sudah paham, mereka menentukan jadwal belajar. Misal, setiap Senin antara jam 10-11 pagi, mahasiswa dengan dosen yang bersangkutan sudah terkoneksi dengan jaringan internet. Mereka bisa saja memanfaatkan warnet, flash modem, atau hp untuk online. Nah, dalam jangka satu jam itu, mahasiswa dan dosen saling berdiskusi setelah dosen memberikan materi yang akan dibahas sebelumnya. Maka mereka bisa belajar sambil ngopi, golek-golek di kasur, jalan-jalan, dan sebagainya.
Komputer sebagai Sarana Paling Utama dalam Dunia Tulis-Menulis
Kegiatan tulis-menulis merupakan bagian dari pendidikan, baik ilmu jurnalistik, sastra, dan lain-lain. Maka seorang penulis tak bisa terlepas dari komputer. Apalagi jika sudah jadi pekerja media massa atau penulis tetap di suatu lembaga, maka komputer sangat dibutuhkan. Kalangan pelajar dan mahasiswa pun butuh juga komputer untuk meningkatkan kreativitas mereka di dunia tulis-menulis. Mereka bisa mengetik naskah tulisan fiksi maupun nonfiksi. Karenanya, ini termasuk juga manfaat komputer di bidang pendidikan.
Manfaat komputer di bidang pendidikan pada dasarnya bukan hanya hal di atas, tapi ada banyak manfaat lainnya. Namun, bila diurutkan berdasrkan manfaat komputer di bidang pendidikan yang paling utama adalah hal-hal di atas. Maka manfaatkan komputer di bidang pendidikan dengan sebaik mungkin.

PERKEMBANGAN PERANGKAT KERAS

PERKEMBANGAN PERANGKAT KERAS
A. LAN ( LOKAL AREA NETWORK)
Pada awalnya jaringan komputer dilakukan pada jaringan yang sangat terbatas yakni dengan menggunakan dua buah komputer. Kemudian berkembang lebih luas pada komplek perkantoran, gedung, sekolah yang dikenal dengan jaringan Lokal atau local area network (LAN)
LAN membentuk pola kerja kelompok atau workstation. LAN memungkinkan praktisi komputer dapat melaukan penggunakan bersama-sama dan dapat saling berkomunikasi menggunakan e-mail, forum diskusi, dan sebagainya untuk mempermudah dalam pola hubungan antara satu komputer dengan computer yang lainnya, Local Area Network (LAN) memiliki beberapa pola yang disebut Topologi Jaringan. Topologi Jaringan dibedakan menjadi dua macam, yaitu topologi fisik dan topologi logika. Topologi fisik adalah topologi aktual dengan kabel-kabel sebagai media jaringan. Topologi fisik yang ada pada saat ini antara lain: Topologi Bus, Topologi Star, topologi ring, topologi hirarki dan topologi MESH; sedangkan topologi logika jaringan yang menggambarkan proses host-hostsaling berhubungan antara yang satu dengan yang lain. Ada dua tipe topologi logika, yaitu topologi broadcast dan token passing.


B. WIDE AREA NETWORK (WAN)
Perkembangan dan kebutuhan atas informasi dan komunikasi menuntut computer yang digunakan dapat berhubungan secara luas sehingga terbentuk Metropolitan Area Network (MAN). Perkembangan kebutuhan yang lebih luas lagi diperlukan jaringan yang lebih luas juga sehingga digunakan Wide Area Network (WAN). Jadi, MAN dan WAN merupakan perpaduan antara LAN yang stimultan. Jaringan WAN dapat mencapai antarpulau, antarnegara, bahkan antar benua. WAN biasanya menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat Lunak (software) tertentu.
C. MANFAAT INTERNET
Tingginya mobilitas penggunaan internet menuntut jaringan internet yang lebih fleksibel, sehingga seseorang yang sering bepergian tetap dapat mengakses internet walaupun di dalam mobil yang sedang berjalan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dikembangkan jaringan tanpa kabel (nirkabel) seperti telepon seluler. Jaringan ini dikenal sebagai jaringan internet tanpa kabel (nirkabel) yang dikenal dengan Wireless Aplication Protocol (WAP). WAP dalam beroperasi dapat menggunakan bantuan telepon seluler sebagai sarana penghubung. Pemakai komputer atau User dapat melakukan banyak hal melalui intenet, seperti:
1. Mencari Informasi (hosting)
2. Belanja (e-commerce)
3. Berkirim surat (e-mail)
4. Mengobrol (chatting, dan
5. Research dengan intenet.
MENDESKRIPSIKAN FUNGSI PERANGKAT KERAS YANG DIGUNAKAN UNTUK AKSES INTERNET.
PERANGKAT KERAS INTERNET
Jika memungkinkan hardware yang digunkan memiliki spesifikasi high-end seperti:
1. Pentium 4 (4 GHz)
2. RAM 512
3. Hard disk 60 GB
4. VGA Card 256 MB
5. CD-RW
6. Monitor LCD
7. UPS
8. Printer Laser
9. Modem
10. Hub atau Switching
11. Repeater
12. Bridge
13. Router

DESKRIPSI PERAN INTERNET SERVICE PROVIDER (ISP)
A. CARA MEMILIH ISP
Beberapa hal yang diperhatikan dalam memilih ISP, agar akses internet tidak mengalami gangguan adalah:
1) Kapasitas Bandwith
2) Kapasitas jaringan
3) Akses pulsa lokal
4) Kehandalan dan keamanan jaringan
B. TELKOMNET ISTAN
Salah satu ISP yang instan tanpa berlangganan yaitu Telkom, yang menyediakan Telkomnet@instan. Dalam menggunakan telkomnet@intan, biaya pemakaian jasa internet dihitung berdasarkan pulsa telepon dan langsung dimasukkan ke dalam rekening tagihan telepon.
MENDESKRIPSIKAN USER ID DAN PASSWORD
A. USER ID DAN PASSWORD
User ID adalah identitas pengguna komputer. User adalah nama, nomor atau identitas yang dimiliki dan yang berhak untuk menggunakan komputer.


B. DOMAIN NAME SERVICE (DNS)
DNS Merupakan pengembangan sistem alamat host-host yang lebih dimengerti pemakai komputer. Setiap DNS memiliki dua buah identitas, yaitu IP address numeric dan host name. Host name merupakan nama yang mudah diingat, seperti Erlangga.co.id.
C. HIRARKI DNS
Semua data DNS diurutkan dengan nama atau domain tertentu yang berakhiran sesuai dengan bidang masing-masing. Misalnya
 .com bidang komersial
 .edu bidang pendidikan
 .net penyedia jasa network
 .org organisasi nonkomersil
 .int organisasi Intenasional
BROWSER INTERNET MENDESKRIPSIKAN CARA AKSES INTERNET
A. IDENTIFIKASI INTERNET EXPLORER
Pada bab 1 telah dibahas bahwa untuk mengakses internet sesudah berlangganan dengan Internet Service Provider (ISP) diperlukan perangkat lunak (Software) berupa browser internet.browser yang populer adalah Internet Explorer dan Mozilla. Internet Explorer adalah software yang paling banyak digunakan dan merupakan produk dari Microsoft Corporation.
Untuk mengaktifkan Internet Explorer, komputer tidak harus terhubung ke internet. Internet Explorer dapat diaktifkan walaupun komputer tidak sedang mengakses halaman website.
B. MENGGUNAKAN FASILITAS INTERNET EXPLORER
a. Menggunakan Tool Search
Untuk mengadakan pencarian poer topik dengan Internet Explorer, langkah yang dilakukan setelah Internet Explorer aktif adalah sebagai berikut:
1. Klik tool Search, sehingga tampil jendela pencarian.
2. Klik Search this compute for file, untuk mengadakan pencarian pada komputer.
3. pilih dan klik Picture, music, or video.
4. pilih pictures and photos
5. klik search
b. Tool Favorites
Untuk mengorganisasi dokumen-dokumen website kedalam komputer dengan menggunakan Favorites.
c. Tool Media
Tool Media digunakan untuk menampilkan dokumen-dokumen media seperti video, radio, atau sejenisnya.
d. Tool History
Tool History digunakan untuk melihat perkembangan atau alur penjelajahan yang dilakukan.
e. Tool Mail
Tool ini digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan surat elektronik atau e-mail, seperti mengirim surat, dan mendokumentasi surat.
C. MENDESKRIPSIKAN PELAYANAN WORL WIDE WEB (WWW) SEBAGAI SUMBER INFORMASI
Wide Web (WWW) atau biasa disingkat dengan nama web merupakan fasilitas internet yang sangat penting. Fasilitas www dapat mengakses bermacam-macam bentuk seperti teks, animasi, grafik, suara, dan video.
D. MENDESKRIPSIKAN PENGERTIAN URL DAN HOMEPAGE
Uniform Resources Locator (URL) merupakan alamat website atau situs internet. Letak URL ada pada kotak address (alamat) pada browser setiap URL menggunakan nama yang unik dalam penulisannya, secara umum memiliki sintak atau aturan PROTOKOL://NAMA_INTERNET.DOMAIN. Protokol internet data berupa HTTP, FTP,NEW, atau GOPHER.

E. MENDESKRIPSIKAN HYPERTEXT DAN HTML
Halaman Website memiliki pola tersendiri dalam pengisian teks dan gambar. Teks yang digunakan merupakan Hypertext Markup Languange (HTML) atau txt, sekaligus digunakan sebagai extensi dari file yang bersangkutan. HTML merupupakan format yang disepakati untuk penulisan halaman website. Sedangkan gambar adalah yang berektensi jpg, bmp, dan gif.
F. MENGENAL BEBERAPA SITUS YANG MENYEDIAKAN FASILITAS SEARCH ENGINE
a. Search Engine Yahoo
Yahoo merupakan mesin pencari yang pertama. Hampir 60% pengguna internet mengakses Yahoo. Disamping merupkan mesin pencari tertua, tampilan homepagenya mudah dipahami dan sangat terorganisir. Sebagai situs tertua Yahoo memiliki banyak pelanggan, setiap browsing seseorang cenderung untuk membuka situs ini.
Untuk menjalankan yahoo.com pastikan bahwa anda sudah berada di dalam Internet Explorer. Untuk mengaktifkan Search engine Yahoo, caranya tinggal ketik yahoo.com pada alamat URL Internet Explorer dan tunggu beberapa saat maka akan muncul website Yahoo.com. menggunakan mesin pencari ini sangat mudah bahkan bagi orang yang baru kenal internet sekalipun akan dengan mudah menggunakan mesin pencari ini untuk mencari informasi.
B. Search Engine Google
Search engine yang sedang naik daun adalah Google.com. saat ini, Google sangat populer karena kecepatan aksesnya. Selain dipengaruhi oleh modem, akses yang cepat juga dipengaruhi oleh keandalan mesin pencari. Search engine Google tidak menyediakan layanan e-mail gratis sepeti halnya yahoo, dan juga tidak menyediakan fasilitas video. Jadi, penggunaan Google tidak dapat membuat e-mail dan tidak dapat mengakses video. Untuk mengaktifkan website Google.com caranya sama dengan mengaktifkan yahoo.com caranya ketik Google.com pada URL Internet Explorer
C. Search Engine MSN.COM
Sebagai produsen software terbesar saat ini, Microsoft tidak mau ketingalan dalam bidang internet yang mengeluarkan beberapa produk seperti: ENCARTA dan MSN. Sebagai produk icrosoft yang memiliki ciri friendly ini, msn.com relative mudah digunakan. Untuk mengaktifkan msn.com maka langkahnya dari Internet Explorer adalah
1. Ketik msn.com pada URL
2. Tekan
Tunggu beberapa saat sampai muncul tampilan homepage MSN.