Minggu, 05 Desember 2010

KANKER PARU

DAMPAK KDM KANKER PARU
Pengertian
Kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru yang dapat disebabkan oleh sejumlah karsinogen lingkungan, terutama asap rokok.
Lebih dari 90% tumor paru primer merupakan tumor ganas, dan sekitar 95% tumor ganas ini termasuk karsinoma bronkogenik. Bila kita menyebut kanker paru yang dimaksud adalah karsinoma bronkogenik karena sebagian tumor ganas primer sistem pernapasan bagian bawah bersifat epitelial dan berasal dari mukosa percabangan bronkus.
Etiologi
Meskipun etiologi karsinoma bronkogenik yang sebenarnya belum diketahui, tetapi ada tiga faktor yang agaknya bertanggung jawab dalam peninkatan insiden penyakit ini : merokok, bahaya industri, dan polusi udara. Banyak bukti statistik yang menunjukkan adanya hubungan antara perokok kretek berat dengan timbulnya kanker paru. Tiga penelitian prospektif yang melibatkan hamper 200.000 laki-laki berusia 50-69 tahun yang diteliti selama 44 bulan menyatakan bahwa angka kematian akibat kanker paru per 100.000 orang adalah 3,4 diantara laki-laki yang tidak merokok 10 sampai 20 batang sehari, dan 217,3 diantara mereka yang merokok 40 batang atau lebih dalam sehari. Mereka yang berhenti merokok seterusnya akan memiliki risiko kanker paru yang sama dengan mereka yang tidak merokok, yaitu setelah orang tersebut berhenti merokok selama 15 tahun.
Pada keadaan tertentu, karsinoma bronkogenik tampaknya merupakan penyakit akibat kerja. Dari berbagai bahaya industri, yang paling penting adalah abses, yang kini banyak sekali digunakan pada industri bangunan. Mesotelioma jinak local atau ganas difus dari pleura adalah tumor langka yang secra spesifik berkaitan dengan pajanan terhadap abses. Juga terdapat peningkatan risiko di antara mereka yang mereka yang bekerja uranium dan oksidasi besi.
Dua faktor lain lain yang berperan dalam peningkatan risiko terjadinya kanker paru adalah makanan dan kecenderungan familial. Selain itu adalah inhalasi karsinogen pada penduduk yang tinggal di kota,diet yang kurang mengandung vitamin A, infeksi saluran pernapasan kronik, dan keturunan.
Kanker paru mengacu pada kanker lapisan epitel saluran napas (karsinoma bronkogenik). Kanker paru dapat timbul dimana sajua di paru. Terdapat lima jenis umum kanker paru.
1. Adenokarsinoma adalah jenis kanker paru yang berasal dari kelenjar-kelenjar paru. Tumor ini biasanya muncul dibagian perifer paru, termasuk bronkiolus terminal dan alveolus. Kanker jenis ini terhitung sekitar 30% dari kanker paru. Adnokarsinoma biasnya berukuran kecil dan tumbuh lambat, tetapi bermetastasis secara dini dan angka bertahan sampai 5 tahunnya buruk.
2. Karsinoma sel skuamosa terhitung 30-40% dari kanker bronkogenik. Kanker ini jelas berkaitan dengan merokok dan pajanan ke toksin-toksin lingkungan,misalnya asbestos dan komponen-komponen polusi udara. Tumor sel skuamosa biasanya terletak di bronkus tempat bronkus masuk ke paru, yang disebut hilus, yang kemudian meluas ke bawah bronkus ke bronkus. Karena bronkus pada derajat tertentu mengalami obstruksi, maka dapat terjadi atelektasis absorpsi dan penurunan kapasitas ventilasi. Tumor ini tumbuh relative lambat dan memiliki prognosis bertahan yang paling baik, yaitu 5 tahun
3. Karsinoma sel bronkial alveolar merupakan subtipe adenokarsinoma yang jarang ditemukan, yang bersal dari epitel alveolus atau bronkiolus terminalis. Awitan pada umumnya tidak nyata, disertai tanda-tanda menyerupai pneumonia. Pada beberapa kasus, secara makroskopik neoplasma ini mirip konsolidasi uniform pneumonia lobaris. Secara mikroskopik, tampak-tampak alveolus yang dibatasi oleh sel-sel jernih penghasil mucus, dan terdapat banyak sputum mukoid. Prognosisnya buruk kecuali kalau dilakukan pembuangan lobus yang terserang pada saat penyakit masih dini. Adenokarsinoma adalah satu-satunya tipe histologi kanker paru yang tidak mempunyai kaitan jelas dengan merokok.
4. Karsinoma sel kecil terhitung sekitar 25% dari semua kanker paru. Tumor jenis ini juga disebut sebagai oat cell dan bisanya timbul dibagian tengah paru. Karsinoma sel kecil biasanya bersifat sangat anaplastik, atau embrionik, sehingga memperlihatkan insidens metastasis yang tinggi. Tumor ini sering merupakan tempat produksi tumor ektopik dan gejala-gejala awalnya mungkin timbul akibat gangguan endokrin. Manifestasi paru yang timbul pada tumor ini juga disebabkan oleh obstruksi aliran udara. Tumor jenis ini mungkin merupakan jenis yang paling sering dijumpai pada perokok, dan memiliki prognosis paling buruk.
5. Kanker sel besar tidak berdirefensiasi sangat anaplastik dan cepat bermetastasis. Tumor ini terhitung sekitar 10-15% dari semua kanker paru, dan dapat tumbuh dibagian tengah paru atau perifer paru. Tumor ini berkaitan erat dengan merokok dan dapat menyebabkan nyeri dada. Prognosis bertahan kanker jenis ini sangat buruk.

PARU

Keterangan Gambar
a. saluran napas
b. jantung.
c. Kantung udara
Paru adalah organ tubuh yang berperan dalam sistem pernapasan (respirasi) yaitu proses pengambilan oksigen (O2) dari udara bebas saat menarik napas, melalui saluran napas (bronkus) dan sampai di dinding alveoli (kantong udara) O2 akan ditranfer ke pembuluh darah yang di dalamnya mengalir anatara lain sel sel darah merah untuk dibawa ke sel-sel sel di berbagai organ tubuh lain sebagai energi dalam proses metabolisme. Pada tahap berikutnya setelah metabolisme maka sisa-sisa metabolisme itu terutama karbondioksida (CO2) akan dibawa darah untuk dibuang kembali ke udara bebas melalui paru pada saat membuang napas. Karena fungsinya itu dapat dipahami bahwa paru paling terbuka dengan polusi udara yang diisap termasuk asap rokok yang dihisap dengan penuh kesengajaan itu. Berbagai kelainan dapat menganggu sistem pernapasan itu, antara lain udara berpolusi sehingga kadar O2 sedikit, gangguan di saluran napas/paru, jantung atau gangguan pada darah.
Secara khusus dikatakan paru adalah tempat tubuh mengambil darah bersih (kaya O2) dan tempat pencucian darah yang berasal dari seluruh tubuh( banyak mengandung CO2) sebelum ke jantung untuk kembali diedarkan keseluruh tubuh.
Secara umum gangguan pada pada saluran napas dapat merupa sumbatan pada jalan napas (obstruksi) atau gangguan yang menyebabkan paru tidak dapat kembang secara sempurna (restriktif). Tumor yang besar di paru dapat menyebabkan sebagian paru dan/saluran napas kolaps, sedangkan tumor yang terdapat dalam saluran napas dapat menyebabkan sumbatan pada saluran napas. Tumor yang menekan dinding dada dapat menyebabkan kerusakan/destruksi tulang dinding dada dan menimbulkan nyeri. Cairan di rongga pleura yang sering ditmukan pada kanker paru juga menganggu fungsi paru.
Efek Kanker Paru
Pengaruh kanker paru-paru dapat diringkas dan dipahami cukup baik dengan pernyataan tunggal yang kanker paru-paru bertanggung jawab untuk kematian bentuk lain dari kanker disatukan. Dampak penyakit ini sangat nyata secara bertahap.
Pada tahap awal kanker paru-paru, pasien dapat mengalami hanya perasaan berat di dada atau batuk konstan. Dengan berlalunya waktu, efek menjadi dominan menunjukkan penyebaran penyakit. Tergantung pada bentuk kanker paru-paru, keganasan baik dapat berkembang lambat atau dengan pesat. Jika terdeteksi pada saat yang tepat, pengobatan mungkin meningkatkan kemungkinan bertahan hidup. Namun, tanpa tindakan pengobatan kanker mengembang ke seluruh tubuh, akhirnya menangkap tulang dan otak. Pembatasan beberapa kasus luar biasa sedikit, kebanyakan pasien menderita kanker paru-paru sangat karena efek samping.

Dampak KDM kanker paru
Dampak paling umum yang ditemui pada penderita kanker paru adalah:
1. Batuk yang terus menerus atau menjadi hebat.
2. Dahak berdarah, berubah warna dan makin banyak.
3. Napas sesak dan pendek-pendek (perubahan pola napas).
4. Sakit kepala, nyeri atau retak tulang dengan sebab yang tidak jelas.
5. Kelelahan kronis
6. Kehilangan selara makan atau turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
7. Suara serak/parau.
8. Pembengkakan di wajah atau leher.
9. Nyeri dada.
10. Nyeri dada, punggung dan lengan.
11. Pleura efusi, pneumonia, atau bronchitis.
12. Hemoptisis
13. Demam berhubungan dengan satu atau dua tanda lain
Dampak pada kanker paru umumnya tidak terlalu kentara, sehingga kebanyakan penderita kanker paru yang mencari bantuan medis telah berada dalam stadium lanjut. Kasus-kasus stadium dini/ awal sering ditemukan tanpa sengaja ketika seseorang melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.
Pengobatan dan prognosis kanker paru
Pengobatan kanker paru dapat dilakukan dengan cara-cara seperti
Pembedahan dengan membuang satu bagain dari paru - kadang melebihi dari tempat ditemukannya tumor dan membuang semua kelenjar getah bening yang terkena kanker.
• Radioterapi atau radiasi dengan sinar-X berintensitas tinggi untuk membunuh sel kanker.
• Kemoterapi
• Meminum obat oral dengan efek samping tertentu yang bertujuan untuk memperpanjang harapan hidup penderita.

DAFTAR PUSTAKA
1. Doenges Marilynn E, Dkk.1999. Rencana Asuhan Keperawatan. Penerbit Buku Kedokteran Ed.3.EGC. Jakarta.
2. Somantri Irman. 2008. Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Gangguan Pernapasan. Penerbit Buku Salemba Medika. Jakarta.
3. Price Sylvia A. 2005. Patofisiologi : Konsep Klinis Proses-proses Penyakit. Penerbit Buku Kedokteran Ed.6. Jakarta.
4. Corwin Elizabeth J. 2000. Buku Saku Patofisiologi. Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta.
5. Gordon Neil F. 2002. Gangguan Pernapasan. Jakarta
6. Price Sylvia A dan Wilson Lorraine M. 1995. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Penerbit Buku Kedokteran Ed.4. Jakarta.

Tidak ada komentar: